Maher Zain Live in Kuching Slideshow: Linda’s trip from Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia to Kuching was created by TripAdvisor. See another Kuching slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

Saturday, September 17, 2011

Sabah ini seperti raksasa sedang tidur

Gambar arkib Linda Amri

Konsul Rudhito ”Rudy” Widagdo 
PERJALANAN KARIER DIPLOMASI DI SABAH
“Sabah ini Seperti Raksasa Sedang Tidur”

SELEPAS bertugas selama empat tahun di Sabah,akhirnya Diplomat Indonesia, Rudhito Widagdo pulang ke Jakarta mulai Oktober ini dengan pelbagai pengalaman dan kenangan manis.`Orang Kampoeng' dari Yogyakarta ini dilahirkan pada 1956, dan merupakan anak ke enam dari sebelaw bersaudara. Sebelum ini beliau menjalankan amanah sebagai Konsul yang menangani masalah hubungan ekonomi antara Sabah dengan Indonesia pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Kinabalu, Malaysia, setelah 25 tahun mengabdi pada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Rudhito Widagdo, Minister Counsellor, berumah tangga dengan seorang gadis Jogja, Dokter Gigi (Dentist) Dewi WR Widagdo, MHA, dan dikurniakan 2 (dua) anak laki-laki, yaitu Erlangga dan Baskara yang keduanya sedang mengambil pendidikan di Monash University di Kuala Lumpur. 

Hobi beliau membaca (semua ilmu) dan komik kartun, berolahraga, serta menyanyi. “Menyanyi merupakan bagian tak tertulis dari berdiplomasi, dan ini harus kita lakukan untuk mendukung kerja kita dalam mempererat hubungan silaturochim. Dengan menyanyi, kita inginkan kesenangan, dicintai dan awet muda“, katanya seraya menambahkan bahwa “cintai dan dicintai adalah bagian dari aliran air yang harus kita ikuti. Itulah hidup agar kita lebih dinamis dan inovatif!“.

Pendidikan Rudhito Widagdo lebih banyak dihabiskan di Jogja, sebagai kota pelajar, dimana beliau lulus dari Fakultas Hukum UGM Jogja tahun 1982. Setelah lontang-lantung beberapa lama, diantaranya ke Madura dan Kalimantan, akhirnya beliau mantap sebagai Pegawai Negeri Sipil, “Saya tidak pernah membayangkan menjadi Diplomat. Mimpi apa itu “diplomat“-pun saya tidak pernah“, kata beliau yang juga alumni Philippines Christian University Filipina itu.

Setelah diterima sebagai pegawai di Departemen Luar Negeri, Rudhito Widagdo mengikuti berbagai pendidikan struktural dan berjenjang serta pendidikan fungsional. Beliau telah mengikuti Sekolah Dinas Luar Negeri (SEKDILU) Angkatan X (1984), SPAMA Angkatan IV (1998), Caraka Madya Angkatan V (2000), dan Sesparlu Angkatan XXX (2004). Beliau juga rajin mengikuti berbagai penataran, seperti Penataran Tingkat Instansi Pusat Tipe A (1986), Penataran Kewaspadaan Nasional Angkatan VII (1993), Penataran P-4 Terpadu (1993), dan Penyegaran/Pembekalan Tingkat Yunior (1994).

Selama bertugas di dalam negeri, beliau lebih banyak menangani masalah kerjasama ekonomi dengan luar negeri. Beliau mempunyai pengalaman menangani masalah hubungan perdagangan internasional dengan negara-negara di Eropa (1985-1988), kerjasama teknik dengan Negara-negara di Eropa (1992-1994), hubungan ekonomi antar negara-negara anggota ASEAN (1998-2000), permasalahan keamanan diplomatik (2005-2006), dan masalah perjanjian internasional (2007). 

Selama berkiprah di Deplu, beliau juga mempunyai pengalaman dalam mengikuti berbagai event internasional. Beliau pernah jadi anggota Komisi Bersama (Joint Commission), Loan Negotiations dengan Asian Development Bank (ADB), KTT APEC, ASEAN, OPEC, Tsunami, Asia Afrika, Lake Toba Summit, dan banyak lagi. Beliau juga pernah menjadi Kepala Sekretariat Panitia Pendukung Sidang-Sidang APEC di Filipina dan Kepala Sekretariat Paviliun Indonesia pada Expo Pilipino. Sementara di dalam negeri, beliau pernah ditunjuk sebagai Ketua Posko Kemlu Penanggulangan Bencana Alam di Propinsi Sumut dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Ketua Satgas Pengawasan Orang-Orang Asing di NAD dan Sumut/Intelligent Community, dan Gugus Tugas Kemlu Untuk Penanggulangan Krisis Pasca Gempa Bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Wartawan Utusan Borneo, ABD.NADDIN HJ SHAIDDIN sempat menemuramah Pak Rudy di ruang pejabatnya di KJRI Kota Kinabalu untuk meninjau pendapat dan bertanyakan pengalaman dan kenangan pahit manis sepanjang berada di Sabah.Ikuti sebahagian daripada temubual itu.

UB: Bagaimana bapak melihat Sabah dari segi potensi ekonominya?
RUDY: Dari segi ekonomi, negeri Sabah adalah seperti raksasa yang sedang tidur. Sekarang raksasa itu sedang mulai bangun menggeliat. Kerana apa? Sabah memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Kekayaan sumber alam ini menunjang perkembangan perekonomian di negeri ini. Kekayaan alam ini harus dikelola dengan baik oleh mereka yang benar-benar kompeten dan betul betul faham dan mencintai negeri ini.
Kekayaan alam ini hendaklah diurus oleh kalangan profesional, tidak boleh dicampuri politik.Tidak semestinya ahli politik tidak boleh mengurus ekonomi asalkan ditangani secara profesional. Bagaimana dia tangani sebuah masalah secara profesional.



Gambar arkib Linda Amri

UB: Sepanjang tempoh empat tahun berkhidmat di Sabah, apa kesan pengalaman yang tidak dapat dilupakan?
RUDY: Pada 26 September nanti, genaplah empat tahun saya berkhidmat di Sabah. Saya melihat banyak potensi ekonomi yang boleh dibangunkan di Sabah. Cuma apa yang saya lihat Sabah mempunyai kekurangan dari segi tenaga ahli atau kepakaran.

UB: Kalau menurut pak Rudy, apa sebenarnya penghalang kepada kemajuan kita?

RUDY: Terus terang saja, penghalangnya ialah sikap mudah berpuas hati.Mahunya duduk dikerusi empuk, punya isteri cantik atau kalau sudah makmur, mahu tambah isteri.Ini sikap sebilangan orang kita.Saya tidak bersetuju kalau ada yang mengatakan orang kita malas, hanya saja mereka belum dibimbing dengan baik. Yang penting kita kerja kuat, berbuat baik. Kaya tidak bisa diiukur dengan material. Saya berasa saya kaya. Kerana saya kaya dengan kawan, rakan sahabat, dan kaya hati nurani.

Baca selanjutnya di sini
Dipetik dari http://abdnaddin.blogspot.com


Thursday, September 15, 2011

Maher Zain Bertandang Ke Sarawak 19 Nov Depan



Selepas menghangatkan Stadium Malawati, Shah Alam pada 25 dan 26 Februari lalu, Maher Zain kini sedia kembali ke Malaysia bagi menghiburkan peminatnya di sini. Cuma kali ini, penyanyi yang popular dengan lagu Insya-Allah itu memilih Bandaraya Kuching sebagai lokasi konsert.

Tidak dapat dinafikan, sejak lagu Insya-Allah nyanyiannya mendapat sambutan, penyanyi berusia 30 tahun ini mempunyai ramai peminat dari seluruh pelusuk dunia. Buktinya, sejak membuka akaun di laman sosial Facebook dua tahun lalu, dia sudah berjaya mengumpul lebih dua juta peminat.

Maher juga mencatat sejarah tersendiri apabila album Thank You Allah berjaya dijual sebanyak 120,000 unit dan dianugerahkan dengan enam anugerah platinum di atas kejayaan cemerlangnya di Malaysia. Pada tahun yang sama, penyanyi ini juga dinamakan sebagai individu yang paling kerap dicari dalam enjin pencarian Google Malaysia.

Dianjurkan oleh Marctensia Concerts, konsert yang dinamakan Maher Zain Live In Sarawak ini akan berlangsung di Stadium Perpaduan Kuching pada 19 November hadapan, jam 8.00  malam.

Tiket-tiket dijual pada harga RM103, RM203 dan RM303. Bagaimanapun, mereka yang membuat pembelian dari 19 September sehingga 2 Oktober berpeluang menikmati diskaun sebanyak 10 peratus.

Untuk tempahan, anda boleh melayari www.ticketcharge.com.my atau menghubungi talian TicketCharge di 03-92228811. Untuk mendapatkan tiket VIP, anda boleh menempahnya dengan menghubungi talian hotline Marctensia iaitu 03-20921199 atau emelkan kepada ticketing@marctensia.com

Sumber : www.gua.com.my 

Poster dari www.marctensia.com


Apa kata saya?
Betul ke? Kenapa? Tak percayakah? :p 
Alahai, susahnya nak buat keputusan... pergi... tak pergi... pergi... tak pergi... dah dekat sangat dah ni... KK ke Kuching... uwaaaaaaaaaaa!!!!!

Tuesday, September 13, 2011

Terkesima Dengan "You and I", Tersadar Dengan "I'm So Sorry"


Sebelum solat zohor, saya ingin mencorat-coret untuk berkongsi dua buah lagu dalam album "I Believe" Irfan Makki. Lagu-lagu yang pada masa ini asyik saya ulang-ulang kerana begitu tertarik dengan lirik dan melodinya - "You and I" dan "I'm So Sorry". Saya kongsikan di sini lirik-lirik lagu berkenaan untuk  kita hayati bersama.

You & I
By Irfan Makki
Lyrics: Bara Kherigi & Irfan Makki
Melody: Irfan Makki & Maher Zain
Arrangement: Maher Zain

You and I, we are the same
We win and lose in the game of life
You and I, we seek the truth
Looking for the signs in the Universe

In this journey we are companions
Struggling through what life throws our way

Chorus:
Why should a mother cry?
Why should a wife see her husband die?
Oh, tell me why do we have to fight?
Why don’t we try, just you and I?
Oh, why don’t we try?

You and I, we love our land
Protect our own against any harm
You and I dream of the day
When everybody will live in peace

In this journey we are companions
Struggling through what life throws our way

Repeat Chorus

Throughout history so many senseless wars
Yet we never learn, we’re building borders around us
But we still have a chance to heal our wounded world

Let’s get rid of hatred and see each other as we really are
Before it’s too late, who knows what tomorrow may bring
But without justice there’s no way that peace can exist

Repeat Chorus


I’m So Sorry
By Irfan Makki
Lyrics: Bara Kherigi, Irfan Makki & Maher Zain
Melody & Arrangement: Maher Zain

If my time would end today would I be ready to go?
And leave all the things I’ve worked so hard for
And all my friends and everyone I’ve known?

Never did I ever stop for a moment to think
Of what’s staring at me
I’ve been breaking all the mirrors of reality

Chorus:
I’m so sorry, if only I had just one last chance
I’m so sorry, but now it’s too late to change the past, oh

I lived my life in the fast lane, I only lived for today
And never, never really thought about anyone else
It was all about me, myself and I

Never did I ever stop for a moment to think
Of what’s staring at me
I’ve been breaking all the mirrors of reality,oh

Repeat Chorus

And now, now that it’s over
I wonder if anyone will remember me
If I had the chance to turn back the hands of time
There’s so many things that I would change
I’d live my life every single breath for You

Repeat Chorus

I’m so sorry, so sorry
Please forgive me…

Kalau nak dengar lagunya, cuba cari dalam youtube, rasanya sudah ada yang upload.

Untuk pengetahuan anda, album "I Believe" sudah berada di pasaran dan anda juga boleh mendapatkan album ini secara "online" melalui inteammobile.com seperti saya ;)

Jom, solat zohor :)

Sunday, September 4, 2011

Semoga sepanjang tahun ini, kamu berada dalam kebaikan

6 Syawal - Oh Tidaaaaakkkkkkk!!!! Cuti raya sudah habis! Esok sudah kembali bertugas seperti biasa. Rasanya belum puas lagi bermalas-malas di rumah, belum puas lagi melayan tetamu yang berkunjung ke rumah namun tugas tetap diteruskan juga esok.

Begitu pantas masa berlalu, Ramadan terasa seperti baru sahaja berlalu semalam, Syawal yang menyusul juga sudah hampir seminggu bersama kita. Begitulah dunia akhir zaman, detik masa berlalu sangat pantas. Lambat atau cepatnya masa berlalu, yang penting kita isikan setiap detik itu dengan penuh rasa kesyukuran kepada Allah s.w.t. yang menganugerahkan kita nikmat untuk terus hidup di atas muka bumi ini. Semoga Ramadan yang baru sahaja berlalu bukanlah yang terakhir buat kita dan semoga Syawal kali ini memberikan seribu makna buat kita semua. 

Di ruang dan kesempatan ini saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Aidilfitri, Maaf Zahir dan Batin kepada semua rakan, rakan sekerja, sahabat-handai, saudara mara, guru-guru saya dan juga pengunjung blog ini. Mohon ampun dan maaf andai ada terkasar bahasa, tersilap tingkah, sama ada sengaja atau tidak sengaja, saya hanyalah manusia biasa yang tidak terlepas daripada kesilapan. "Kullu 'am wa antum bi khair " : "Semoga sepanjang tahun ini, kamu berada dalam kebaikan".

Saya juga ingin merakamkan ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Ke-54 kepada semua warga Malaysia. Pada tahun ini, Malaysia sangat bertuah kerana seluruh rakyat meraikan kemerdekaan berganda - sambutan Hari Raya Aidilfitri sebagai meraikan kemenangan menentang hawa nafsu dalam bulan Ramadan dan sambutan kemerdekaan kali ke-54.

Semoga pada usia ke-54 ini, kita semua menjadi warga Malaysia yang matang dengan menghargai perjuangan para pejuang kemerdekaan. Janganlah kita mem'politik'an isu sejarah kemerdekaan lantas menjadikan isu ini sebagai 'alat' untuk melunaskan hasrat peribadi. Berfikirlah secara global kerana perjuangan kita bukanlah untuk diri kita tetapi lebih kepada mempertahankan maruah bangsa dan memartabatkan Malaysia di mata dunia demi kelangsungan hidup anak, cucu dan generasi kita pada masa akan datang. Dirgahayu Malaysia!